Trusmi Cirebon


Setelah tertunda beberapa kali akhirnya rencana keluyuran ke Cirebon terlaksana. Pasang lima alarm ternyata cukup ampuh untuk membangunkan saya pagi hari. Setelah mandi dan packing saya bergegas menuju Stasiun Gambir bergabung dengan empat rekan seperjalanan yaitu Sdr. Ary, Aqanta, Widhi dan Opiq. Kereta Cirebon Express berangkat mengantarkan kami ke Cirebon  Pkl. 06.30 WIB. Tanpa sepengetahuan teman-teman seperjalanan, saya mengontak seorang sahabat yang tinggal di Cirebon yaitu Ade Aziz, dia adalah sahabat saya ketika di SMA, dia akan menjemput kami di Stasiun. Diluar perkiraan ternyata kereta sampai di Stasiun Cirebon lebih cepat, sesampainya di stasiun kami langsung membeli tiket untuk pulang ke Jakarta dan kami dapat tiket pulang hari minggu pkl. 15.15 WIB.

Sdr. Aziz tiba di stasiun ditemani anak bungsunya, lalu saya perkenalkan dia ke teman-teman seperjalanan. Tanpa diduga, Aziz menawarkan mobilnya untuk kita pakai selama di Cirebon…malu-malu tau mau dan memang itu yang diharapkan ^_^ kami terima tawaran tersebut dengan senang hati.

Sdr. Ade Aziz, sahabat SMA yang sudah menjadi warga Cirebon…setelah lebih dari 10 tahun tidak ketemu akhirnya ketemu di sini.

Suasana Hotel Sidodadi tempat kami menginap

Dari Stasiun kami memutuskan untuk langsung cek in ke hotel tempat kami menginap, kami sudah booking kamar sebelumnya di Hotel Sidodadi, lokasinya tidak jauh dari Stasiun Cirebon. Hotelnya cukup bagus, harganya juga lumayan murah karena kami patungan berlima ^_^. Setelah instirahat sejenak di kamar hotel kami melanjutkan perjalanan, tujuan pertama adalah mengunjungi Kampung Batik Trusmi. Sebelum ke Trusmi, kami mengantarkan Sdr. Aziz ke kantornya dan kunci mobil berpindah tangan ke Sdr. Ary…brangkaaaat…

KAMPUNG BATIK TRUSMI

Kampung Batik Trusmi berada di Kecamatan Plered. Di desa Trusmi, batik sudah merupakan industri perumahan (Home Industri), hampir di setiap rumah warga Trusmi rata-rata memiliki ruang pamer dan showroom guna menjajakan batik hasil buatannya. Sepanjang jalan di Trusmi anda akan menemukan banyak toko/showroom menjual batik khas Trusmi.  Setiap motif batik Trusmi memiliki latar belakang yang berbeda, seperti halnya motif pesisiran sangat dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan egaliter. Biasanya motif ini memiliki warna yang cenderung lebih cerah seperti biru, hijau pupus dan dipadukan dengan unsur gambar binatang serta beraneka ragam flora. Menggambarkan aktifitas masyarakat pesisir pada masa itu.

Setelah mendapatkan informasi dari tukang parkir, kami bergegas menuju sebuah tempat dimana kami bisa melihat proses pembuatan batik khas Trusmi. Kami tiba di sebuah sanggar batik yaitu Sanggar Batik Katura, Pak Katura sebagai pemilik sanggar dengan senang hati menjelaskan banyak hal mengenai batik khas Trusmi. Di sanggar ini tampak beberapa perempuan belia sedang membuat batik tulis dan yang cukup menarik adalah kehadiran perempuan muda asal amerika yang sedang belajar membatik di sana. Setelah puas motret di tempat pembuatan batik, Pak Katura mengajak kami ke showroomnya. Di showroomnya tampak begitu banyak piala, plakat penghargaan, katalog, kain batik dan foto-foto. Ternyata Pak Katura pernah beberapa kali mendapat penghargaan atas karya batiknya, bisa dilihat disitu ada foto Pak Katura sedang menerima penghatgaan dari MURI dan Presiden SBY. Lalu beliau bercerita tentang karya-karya penomenal yang pernah dibuatnya…terlalu panjang lebar kali tinggi kalo diceritain di sini…^_^.

Sanggar Batik Katura.

Menyimak penjelasan Pak Katura mengenai Batik Trusmi.

Pak Katura sedang menjelaskan beberapa hasil karya batik penomenal yang pernah dibuatnya.

Pak Katura diantara pajangan piala dan foto di showroom Sanggar Batik Katura.

Proses pembuatan batik tullis.

Canting, salah satu alat utama pada proses pembuatan batik tulis.

Drafter, mereka bertugas membuat pola batik, mereka membuat pola di atas meja kaca dengan penerangan lampu di bawahnya.

Salah satu pola batik trusmi yang siap untuk diwarnai.

Batik cap, harga batik cap lebih murah dibandingkan dengan batik tulis.

Proses pewarnaan dan pencucian batik.

Jika anda masuk ke pelosok-pelosok kampung Trusmi, anda akan menemukan banyak aktifitas warga membatik. Di Trusmi batik sudah merupakan kegiatan home industri.

Singkat cerita kami pamit dari Sanggar Batik Katura, kami melanjutkan perjalanan mencari mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat dzuhur. Mesjid yang kami cari adalah Mesjid Trusmi yang berada di Komplek Kuburan Alun-Alun Kramat Buyut Trusmi. Ketika selesai melaksanakan sholat dzuhur, tampak terlihat beberapa orang keluar dari sebuah bangunan dengan pakaian aneh…mirip pakaian pendekar zaman dulu, mereka adalah juru kunci Kuburan Keramat Mbah Trusmi.

Salah satu pintu masuk komplek kuburan keramat Mbah Buyut Trusmi

Kuburan keramat yang berada di depan mesjid

Interior Mesjid Trusmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s