Jipeng (Tanji Topeng) Kasepuhan Ciptagelar

Sandiwara Jipeng dengan judul Ki Astaja

Ada lagi sms undangan dari pengelola Taman Budaya Jawa Barat, kali ini untuk menyaksikan pagelaran Kesenian Jipeng (Tanji Topeng) Lingkung Seni Jipeng Pong Dut Kombinasi “Satia Kulun” pimpinan AM Soebali BA dari Kasepuhan Ciptagelar yang dilaksanakan pada tanggal 10 November 2012. Sebelum berangkat ke bandung, saya sempatkan diri untuk menghadiri acara pernikahan teman di daerah Kramat Raya – Jakarta Pusat, sorenya langsung cabut ke Taman Budaya Jawa Barat yang berada di Bukit Dago – Bandung.

Ketika tiba di pintu keluar tol pasir koja terlihat antrian kendaraan cukup panjang, laju kendaraan merayap. Rasa khawatir pun datang, pentas kesenian Jipeng dimulai pada pkl. 20.00 WIB, sementara pkl. 19.50 WIB saya masih antri di gerbang exit tol…bakalan telat ini mah.

Dan benar saja, saya tiba di Taman Budaya Jawa Barat pkl. 20.56 WIB, acara sudah dimulai. Dari belakang tempat duduk penonton tampak beberapa orang yang saya kenal, mereka adalah A Ende (Adik Abah Ugi) dan Kang Yoyo dari Kasepuhan Ciptagelar, segera saya mendekat, salaman dan duduk dekat beliau. Sambil bongkar muatan (ngeluarin kamera) ngobrol basa-basi ngaler ngidul, nyampein titipan salam dari temen-temen yang berada di jakarta.

Ternyata saya ketinggalan dua bagian pentas musik tradisional Jipeng. Untungnya pementasan utama Jipeng dengan judul Ki Astaja digelar pada akhir acara…yes…yes…

Acara puncak Jipeng ini adalah pementasan musik yang dibarengi dengan adegan sandiwara dengan judul Ki Astaja. Sandiwara ini menceritakan tentang Janda dan Duda yang sedang mencari pasangan hidup, masing-masing sudah mempunyai anak, Asep dan Astaja.  Astaja adalah anak yang sangat rajin sedangkan Asep adalah anak yang manja. Ibu Asep merupakan orang kaya sedangkan Ayah Astaja hanyalah seorang penjual tembakau. Setelah menikah, Ayah Astaja pergi merantau untuk jualan tembakau.

Tanpa diketahui ayahnya, Astaja seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari Ibu Asep (Ibu Tiri). Suatu hari Ayah Astaja memergoki Astaja sedang disiksa oleh Ibu Asep, Ibu Asep memfitnah Astaja dan Ayah Astaja termakan fitnah, ia mengusir Astaja dari rumah. Lalu suatu hari Ayah Astaja sadar bahwa dirinya sudah terkena fitnah, ia pun cerai dengan Ibunya Asep…akhirnya Ayah Astaja hidup sendiri dan menyesali tindakannya yang telah mengusir Astaja.

Hmmm…ada yang masih belum tahu Jipeng itu seperti apa?…

Jipeng merupakan kesenian tradisional dari Kasepuhan Ciptagelar – Sukabumi. Jipeng merupakan singkatan dari tanJI dan toPENG, TANJI sama artinya dengan TANJIDOR sedangkan TOPENG disini memiliki arti drama atau sandiwara. Menskipun Jipeng disebut kesenian tradisional, tapi alat musik yang digunakan adalah clarinet, trombone, tuba, symbal, biola dan drum (bedug). Mereka memainkan alat musik tersebut tetap dengan nada-nada atau irama sunda…sangat unik. Penggunaan alat-alat musik tersebut merupakan hasil akulturasi budaya sunda dengan belanda pada zaman dulu.

Lingkung Seni Jipeng “Satia Kulun” Kasepuhan Ciptagelar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s