Wayang Summit 2012

Pada tahun 2003 Wayang resmi diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Sebagai upaya memelihara dan melestarikan budaya bangsa khususnya Wayang, pada tanggal 24 – 25 November 2012 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Wayang Summit 2012 di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat dan secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono dengan didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti.

Wayang Summit 2012 tidak hanya menampilkan pagelaran Wayang dari Nusantara, tapi juga Wayang dari mancanegara antara lain Wayang dari Amerika, Iran, China dan Kenya.

Sementara itu Pergelaran Wayang Nusantara menampilkan Wayang Beber Pacitan menghadirkan dalang Mesran Guna Asmara dan dalang kontemporer Tri Ganjar Wicaksono, Wayang Kulit Dalang Bocah (Tri Atmodjo), Wayang Kulit Palembang (Ki Sukartana), Wayang Golek Ajen (Ki Wawan Ajen), Wayang Kulit Palembang (Kgs. Wirawan Rusdi), Wayang Suket (Slamet Gundono), Wayang Golek Menak Jogja (Dr. Junaidi, S.Kar., M.Hum.), Wayang Orang Bharata dan Wayang Kulit Purwa Solo dengan dalang Ki Manteb Soedharsono yang memainkan lakon Bima Bangkit.

Selain menampilkan Pagelaran Wayang yang silih bergantian di 5 panggung pertunjukan, di sini juga terdapat setidaknya 10 stand yang menjual berbagai macam Kerajinan Wayang dan aksesoris yang bernuansa Wayang.

Dari beberapa pementasan, saya tertarik dengan pertunjukan Video Wayang yang dibawakan oleh peserta dari negara Amerika, Larry Reed seniman dari San Francisco bekerja sama dengan seniman bali antara lain I Made Sidja, I Nyoman Catra, Desak Suarthi Laksmi. Mereka menampilkan pertunjukan eksperimental Wayang Bali yang berjudul Mayadenawa. Teknisnya seperti pertunjukan Wayang Kulit biasa, tapi adegan Wayang di sini bukan hanya memakai Wayang Kulit tapi Multi Pemain, mulai dari Wayang Kulit, Wayang Kertas, Wayang Orang dan Binatangpun seperti Ayam ikut dalam pertunjukan, tetap di balik layar (shadow puppet). Teknik multi layer dan multi lightingpun diaplikasikan pada pagelaran Wayang Mayadenawa ini. Kalau boleh saya bilang, pertunjukan ini merupakan revolusioner pagelaran Wayang jenis Shadow Puppet tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya.

Berikut adalah beberapa foto kegiatan Wayang Summit 2012 :

Wayang Kulit Palembang, alur ceritanya sama dengan Wayang Kulit Jawa, hanya beda logat bahasa dan irama musik pengiringnya.

Wayang Beber Pacitan

Wayang Menak Jogjakarta

Wayang Orang Bharata

Wayang Orang Bharata, tokoh Semar dengan salah satu anaknya, Gareng.

Wayang Suket, Dalang Ki Slamet Gundono

Behrooz Gharibpour, Peserta dari Iran sedang menjelaskan satu alat musik pengisi suara pada pementasan Wayang/Boneka khas Iran.

Peragaan proses pembuatan wayang kulit di stand PEPADI (Persatuan Perdalangan Indonesia)

Wayang Golek Betawi

Cepot atau Astrajingga, salah satu tokoh Wayang Golek dari Sunda – Jawa Barat

Souvenir Wayang Golek yang dijual salah satu stand, harga salah satu wayang ukuran sedang dijual rata-rata Rp. 300.000 / wayang.

Semoga generasi yang akan datang masih bisa menikmati Wayang

2 thoughts on “Wayang Summit 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s