Thaipusam Festival di Batu Caves, Malaysia

thaipusam

Para pejiarah menuju Batu Caves

Dua tahun yang lalu ketika mengunjungi Kuil Sri Veeramakaliamman di Little India Singapore, seorang pendeta hindu tamil mengajak saya untuk kembali mengunjungi Singapura awal bulan Februari 2012 untuk menyaksikan Thaipusam Festival. Sayang sekali tanggalnya kurang pas buat kita orang indonesia, festivalnya digelar pas hari kerja, kalau di Singapore atau di Malaysia hari Thaipusam merupakan hari libur nasional.

Menjelang akhir tahun saya iseng cari informasi jadwal Thaipusam Festival untuk tahun 2013 via internet, yes…Thaipusam Festival 2013 jatuh pada hari minggu, berangkaaaat. Rencana awal saya ingin melihat Thaipusam Festival ini di Singapore, karena saya sudah mengenal wilayah dan sistem transportasi Singapore, sehingga akan memudahkan aktifitas saya di sana.

Sri Rahmie Purnamasari, saya biasa memanggilanya Amie, memberi saran untuk ganti haluan…”Jangan ke Singapore tapi ke Malaysia, Thaipusam Festival lebih rame di Batu Caves, Kuala Lumpur “…kata Amie. Kebetulan Amie membaca artikel tentang Thaipusam Festival di salah satu majalah maskapai penerbangan Indonesia.

Singkat cerita dapatlah tiket promo Air Asia ke Malaysia dengan harga Rp. 480.000,- tiket pergi pulang. Sayang sekali Amie harus membeli tiket pesawat lebih mahal, karena saat hunting tiket promo tengah malam neng Amie tertidur pulas, susah dibangunin…:)… dan berangkatlah kami sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB dari Bandara Soekarno Hatta.

Pesawat Air Asia yang kita tumpangi saat beragkat ke Kuala Lumpur

Pesawat Air Asia yang kita tumpangi saat beragkat ke Kuala Lumpur.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya kontak dengan teman sekolah jaman SMP namanya Dewi Rosmiati, kebetulan Ros (panggilan Dewi Rosmiati) sudah sekitar 14 tahun tinggal di Malaysia. Saya memberi tahu Ros kalau saya dan beberapa teman akan berangkat ke Kuala Lumpur. Ros-pun tidak janji bisa menemani kami selama di Kuala Lumpur karena Ros tinggal di Penang, 4 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur…cukup jauh. Sehari sebelum keberangkatan, Ros memberi kabar bahwa dia ada Job motret di Kuala Lumpur, Ros minta bergabung dengan kami di satu penginapan dan akhirnya Ros satu kamar dengan Amie di Private Deluxe Badroom Suzie’s Hostel, Jl. Tun H.S. Lee China Town, Kuala Lumpur.

Suasana ruang tengah di Suzie's Hostel.

Suasana ruang tengah di Suzie’s Hostel, Kuala Lumpur.

Thaipusam Festival di Kuala Lumpur dipusatkan di Batu Caves, letaknya di sebelah utara Kuala Lumpur berbatasan dengan Wilayah Selangor dan dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan Komuter dari Stasiun KL Sentral. Batu Caves merupakan sebuah Gua, di dalamnya terdapat Kuil umat Hindu India Tamil. Di bagian bawah, sebelah kanan gerbang tangga masuk gua terdapat sebuah patung raksasa Dewa Murugan, dengan ketinggian 42.7 meter.

Dewa Murugan adalah Dewa Perang, anak dari Dewa Siwa dan Parvati, konon ceritanya pada hari Thaipusam tersebut Dewa Murugan mengalahkan  tentara Iblis Tarakasura  dengan menggunakan senjata pusaka berbentuk Vel (tombak) pemberian Dewi Parvati. Jadi, Thaipusam Festival adalah sebuah perayaan untuk merayakan kemenangan Dewa Murugan yang berhasil mengalahkan tentara iblis, dengan kata lain Thaipusam juga berarti Kemenangan Kebaikan atas Kejahatan.

Meskipun puncak acara Thaipusam tahun 2013 jatuh pada hari Minggu 27 Januari 2013, namun warga India Tamil sudah memulai ritualnya satu hari sebelumnya, sabtu sore Batu Caves sudah ramai dikunjungi warga keturunan India Tamil dan juga para turis. Begitu keluar dari kereta, bau dupa sudah tercium dan terdengar hingar bingar irama tabuhan kendang khas india. Suasana di Batu Caves sangat ramai, bayangkan saja ratusan ribu warga India Tamil dan turis memenuhi tempat itu. Berhubung hari itu puncak acara, untuk masuk ke dalam gua, saya harus ikut berdesakan dengan para pejiarah, belum lagi kami harus menaiki tangga sebanyak 272 anak tangga.

Alhamdulillah karena sering tracking, menaiki tangga seperti itu bukan masalah berat buat saya🙂 maaf #sombong dikit…hehehehe…

Banyak hal yang dilakukan umat pejiarah pada saat Thaipusam, antara lain dengan memikul Kavadi, membawa bejana berisi susu, berjalan berangkak dan lain-lain. Umat yang mengusung kavadi rata-rata mereka menusukan Vel (tombak) kecil pada lidah atau pipinya, kemudian pada bagian punggung atau dada ditusuk dengan beberapa kail dan kail tersebut diberi bandul berupa buah-buahan atau bejana kecil berisi susu. Kebanyakan mereka yang melakukan seperti itu sebagai nazar karena keinginannya sudah tercapai atau bahkan berdoa supaya keinginannya tercapai/dikabulkan oleh sang Dewa.

Spanduk ucapan hari Thaipusam yang dipasang di sebuah sudut kota Kuala Lumpur.

Spanduk ucapan Hari Thaipusam yang dipasang di sebuah sudut kota Kuala Lumpur.

Beberapa warga keturunan india Tamil dengan menggunakan komuter mulai berdatangan di Batu Caves,

Beberapa warga keturunan India Tamil dengan menggunakan Komuter mulai berdatangan di Batu Caves,

Suasana keramaian di kawasan Batu Caves, ada pedagang makanan, merchandise, tukang cukur dan penjual perlengkapan ibadah/ritual.

Suasana keramaian di kawasan Batu Caves, ada pedagang makanan, merchandise, penjual perlengkapan ibadah/ritual, dll.

Penjual perlengkapan ibadah/ritual Thaipusam.

Penjual perlengkapan ibadah/ritual Thaipusam.

Beberapa pejiarah mencukur rambut mereka sampai botak sebelum melakukan ritual di dalam Gua.

Beberapa pejiarah mencukur rambut mereka sampai botak sebelum melakukan ritual di dalam Gua.

Salah satu rombongan pembawa Kavadi.

Salah satu rombongan pembawa Kavadi.

Selain harus manahan beban Kavadi, para pembawa kavadi ini juga harus menahan sakit dari kail-kail yang menancap di tubuh mereka.

Selain harus manahan beban, para pembawa Kavadi ini juga harus menahan sakit dari kail-kail yang menancap di tubuh mereka.

Pejiarah dan touris harus menaiki 727 anak tangga untuk memasuki Gua.

Pejiarah dan touris harus menaiki 272 anak tangga untuk memasuki Gua.

Sepasang suami istri membawa anaknya yang masih bayi sebagai tanda terima kasih kepada Dewi Murugan karena mereka telah dikaruaniai anak.

Sepasang suami istri membawa anaknya yang masih bayi sebagai tanda terima kasih kepada Dewa Murugan karena mereka telah dikaruaniai anak.

Kelelasan setelah menaiki tangga curam dengan 272 anak tangga.

Kelelahan setelah menaiki tangga curam dengan 272 anak tangga.

Para pejiarah memasuki gua.

Para pejiarah memasuki Batu Caves.

Ritual mencabut Vel (tombak) kecil pada salah satu pejiarah ketika sudah tiba di dalam gua.

Ritual mencabut Vel (tombak) kecil pada salah satu pejiarah ketika sudah tiba di dalam gua.

Untuk pejiarah yang menusukan Vel lebih besar pada pipinya, setelah vel tersebut dicabut, pada bagian luka akan ditaburi serbuk obat kemudian ditutup dengan kain.

Untuk pejiarah yang menusukan Vel lebih besar pada pipinya, setelah vel tersebut dicabut, pada bagian luka akan ditaburi serbuk obat kemudian ditutup dengan kain.

Salah satu kuil yang ada di dalam Batu Caves

Salah satu kuil yang ada di dalam Batu Caves.

Keluarga pejiarah memanjatkan doa di depan kuil.

Keluarga pejiarah memanjatkan doa di depan kuil.

Pembawa Kavadi dianggap memiliki kemampuan lebih (kesaktian), sehingga banyak pejiarah lainnya minta doa atau petuntuk sama mereka.

Pembawa Kavadi dianggap memiliki kemampuan lebih (kesaktian), sehingga banyak pejiarah lainnya minta doa atau petunjuk kepada mereka.

Beberapa pejiarah khususnya pembawa Kavadi mengalami kerasukan dan menjulur-julurkan lidahnya.

Beberapa pejiarah khususnya pembawa Kavadi mengalami kerasukan dan menjulur-julurkan lidahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s