Melepas Penat di Gunung Papandayan

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan, 2622 mpdl

Perasaan jenuh dengan rutinitas kantor mulai datang, pengen sekali liburan demi hiburan. Ajakan untuk refreshing ke kepulauan seribu terpaksa gw tolak, karena taun ini sudah kebanyakan maen di laut, jadinya bosan. Ketika buka salah satu situs medsos, ada ajakan untuk liburan Fun Hiking ke Gunung Papandayan Garut, Jawa Barat, kebetulan sudah lama tidak hiking so gw terima ajakannya.

Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2622 mdpl, tidak ada persiapan khusus untuk mendaki Gunung Papandayan, kebetulan seminggu sebelumnya baru balik dari Jogjakarta dan di sana cukup banyak aktifitas jalan kaki, cukuplah sebagai pemanasan.

Singkat cerita, pulang kantor buru-buru pulang, ganti baju dan tuker tas. Ada sedikit miss komunikasi mengenai waktu keberangkatan, gw tidak membaca update terakhir. Jadwal kumpul di meeting point sebelumnya adalah pkl. 20.30 WIB, sedangkan update terakhir diundur menjadi pkl. 22.30 WIB, alhasil gw cenga-cengo sendirian 1 jam lebih di lokasi meeting point…salah gw…gak baca apdetan…🙂

Tengah malam kami berangkat menuju Garut, berharap subuh sudah sampai di Pos Pendakian. Tapi libur panjang menjelang Idul Adha mengakibatkan kemacetan yang luar biasa di Tol Jakarta-Cikampek, pkl. 08.00 WIB kami baru bisa sampai pos pendakian, lumayan lah gak terlalu kesiangan. Selesai daftar di pos dan bersih-bersih, kami memulai pendakian, pendakian kali ini ditemani guide yaitu Kang Andri dua rekannya untuk mengangkut beberapa tas peserta pemula perempuan.

Seperti disebutkan di atas, jalur pendakian Gunung Papandayan boleh dibilang cukup mudah, meskipun demikian pendaki tetap harus hati-hati karena jalannya berbatu/berkerikil, jika tergelincir lumayan lho, antara kejedot batu tajam atau masuk jurang🙂 dan untuk yang tidak kuat dengan bau belerang, lebih baik memakai masker atau syal/kain penutup hidung, pendaki akan melewati area kawah, bau belerangnya cukup menyengat.

Setelah melewati kawasan kawah, akhirnya kami tiba di Hutan Mati. Hutan Mati adalah kawasan hutan yang terbakar menyisakan kumpulan pohon berwarna hitam hangus tanpa daun. Melihat kawasan hutan mati yang nampak spooky tapi indah juga, pendaki yang awalnya ngos-ngosan, langsung cari posisi, foto narsis, hampir setengah jam kami foto-foto di sana. Kabut mulai turun, Kang Andri mengajak kami untuk segera meninggalkan kawasan Hutan Mati.

Tujuan kami selanjutnya adalah menuju tempat mendirikan tenda yaitu Pondok Salada. Ternyata sodara-sodaraaaaa…hari itu Pondok Salada sudah penuh dengan tenda, rame banget. Tapi kami tidak khawatir gak dapet lokasi untuk mendirikan tenda, sebelumnya Kang Andri sudah ngTag lahan untuk tenda kami hehehehehe. Setelah mendirikan tenda dan ISOMA (Istirahat Solat Makan) rencananya kami akan naik ke Tegal Alun, Tegal Alun merupakan tempat datar yang dipenuhi oleh tanaman Edelweiss. Sayang sekali, dari siang sampai sore kawasan Pondok Salada sampai puncak ditutupi kabut tebal, terpaksa kami ke Tegal Alun esok harinya.

Selanjutnya gw gak akan menceritakan seperti apa Tegal Alun dan lainnya, sudah banyak blog yang menceritakan Gunung Papandayan, silahkan googling sendiri🙂. Gw akan menceritakan mengenai keberadaan para Guide Voulentir yang merangkap Ranger. Sebagai Voulentir mereka tidak digaji, sebagai gantinya mereka menerima imbalan dari jasa Guide atau Porter. Sebagai Ranger, mereka juga harus memperhatikan kebersihan area Gunung beserta kelestarian flora dan faunanya. Selama di sana, gw perhatiin para Voulentir ini, tindakannya cukup bagus, memungut sampah yang ditemui sepanjang jalan, memberi arahan kepada pendaki untuk tidak menebang pohon produktif sebagai bahan bakar api unggun, dll. Menjelang tengah malam ketika rekan-rekan pendakian pada masuk tenda untuk instirahat, gw masih ngobrol di depan perapian dengan para Voulentir, lalu gw diajak Kang Andri dkk. untuk ikut patroli, siapa tau ada pendaki yang butuh bantuan, selain itu patroli ini juga untuk mencegah penebangan pohon produktif, menjelang tengah malam biasanya para pendaki kehabisan kayu bakar untuk perapian/api unggun. Karena sudah gelap, mereka malas mencari ranting, jalan pintasnya yaitu dengan menebang pohon terdekat. Patroli malam itu berhasil merajia 2 buah golok biasa dan 1 tramontina, mereka tertangkap tangan sedang menebang pohon…ngakunya pencinta alam tapi ngerusak…

Tempat parkir Gunung Papandayan

Tempat parkir Gunung Papandayan

Dua pendaki sedang membeli masker dan syal  di area parkiran Gunung Papandayan.

Dua pendaki sedang membeli masker dan syal di area parkiran Gunung Papandayan.

Para pendaki sedang melawati jalur kawah.

Para pendaki sedang melawati jalur kawah.

Meskipun jalur pendakian Gunung Papandayan cukup mudah, tapi pendaki harus hati-hati karena jalur pendakian berbatu, berkerikil, jika tergelincir pilihannya antara kejedot batu tajam atau nyemplung ke jurang.

Meskipun jalur pendakian Gunung Papandayan cukup mudah, pendaki harus hati-hati karena jalur pendakian berbatu, berkerikil, jika tergelincir pilihannya antara kejedot batu tajam atau nyemplung ke jurang.

Kelakuan yang tidak terpuji dari seorang pendaki

Kelakuan yang tidak terpuji dari seorang pendaki

Buah Swagi atau Cantigi, yang berwarna hitam/ungu bisa dimakan, rasanya manis sepet.

Buah Suwagi atau Cantigi, yang berwarna hitam/ungu bisa dimakan, rasanya manis sepet.

Menyusuri kawasan hutan mati

Menyusuri kawasan hutan mati

Waktunya untuk berfoto

Waktunya untuk berfoto

Lokasi perkemahan di Pondok Salada

Lokasi perkemahan di Pondok Salada

Menyiapkan perapian untuk memasak dan api unggun di malam hari

Menyiapkan perapian untuk memasak dan api unggun di malam hari

Menanak nasi

Menanak nasi

Trangia masih merupakan alat masak terpercaya untuk para pendaki

Trangia masih merupakan alat masak terpercaya untuk para pendaki

Tanjakan Mamang, tanjakan curam menuju Tegal Alun

Tanjakan Mamang, tanjakan curam menuju Tegal Alun

Menuruni tanjakan mamang

Menuruni tanjakan mamang

Bunga edelweiss bisa ditemukan di dekan Pomdok Salada dan di Tegal Alun.

Bunga Edelweiss bisa ditemukan di Pomdok Salada dan Tegal Alun

Hehehehe, saya juga pengen narsis.

Hehehehe, gw juga pengen narsis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s