Lidah Balisek, Piriang Badantiang

Tom Ibnur

Tom Ibnur

Niatnya hari minggu ingin istirahat, leyeh-leyeh di rumah, tp gagal, langsung ngacir ke Grand Indonesia setelah membaca TL dari @IndonesiaKaya bahwa minggu sore ada pementasan Tari Minangkabau  “Lidah Basilek, Piriang Badantiang” karya Tom Ibnur di Auditorium Galeri Indonesia Kaya yang berada di shopping mall tersebut.

Lidah Basilek, Piriang Badantiang merupakan tarian yang berasal dari Ranah Minang atau Minangkabau. “Minangkabau dikenal dengan kekayaan ragam kulinernya yang menggoyang lidah dan tarian yang indah dan kaya akan filosofi. Tom Ibnur menggabungkan keduanya dalam satu pertunjukan kreasi yang indah namun masih berpegang pada pakem tradisi masyarakat Minang. Kreasi baru ini pastinya menjadi tontonan yang menarik bagi para pengunjung Galeri Indonesia Kaya dan patut untuk kita banggakan dan apresiasi” ujar Renitasari Andrian yang merupakan Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Lidah Basilek, Piriang Badantiang” artinya adalah Lidah Bersilat, Piring Berdenting, terinspirasi dari dua hal yang terkait dengan Seni Kuliner dan Seni Pertunjukan. Ketika lidah bersilat menikmati kuliner yang dihidangkan, piring pun berdenting. Bunyi yang dihasilkan inilah yang Tom Ibnur kreasikan dalam tarian ini. Tom Ibnur beserta lima penari pendukungnya tampil selama 45 menit, menghibur para pengunjung Galeri Indonesia Kaya.

Sebelum menggunakan piring, masyarakat menggunakan daun pisang sebagai wadah makanan. Sesuai dengan perkembangan jaman, muncul penggunaan tempurung kelapa, tembikar, piring kaleng, piring kaca dan piring porselen sebagai penggantinya. Daun Pisang menampilkan seni membungkus, Tempurung menghasilkan bunyi sekaligus alat untuk menari dan Piring Porselen menggantikannya seperti yang terlihat dalam tarian karya Tom Ibnur ini.

“Piring yang menjadi salah satu lambang kemakmuran, kemudian juga menjadi simpol kekuatan dan kepiawaian. Dari wadah yang biasa digunakan untuk makan ini bisa dihasilkan beragam bunyi yang menjadi musik latar dalam menampilkan suatu seni pertunjukan dan menunjukan betapa kayanya budaya Indonesia. Kebanggaan akan kekayaan dan keunikan ini yang ingin saya bagi dengan pengunjung Galeri Indonesia Kaya.” ujar Tom Ibnur

Selain seorang Kareografer seni tari Minangkabau dan Melayu, khususnya Zapin, Tom Ibnur juga mendalami desain mode, modeling dan manajemen kesenian, kemudian beliau juga merupakan penggerak dan konsultan Revitalisasi Seni Pertunjukan di berbagai daerah di Indonesia, juga sebagai Direktur Artistik Art Summit Indonesia, Direktur Langkan Budaya Taratak di Jambi, Ketua Zapin Center Indonesia dan masih banyak peran lainnya yang pernah beliau pegang.

Kesan tersendiri bagi penonton dalam pertunjukan tari Lidah Basilek Piriang Badantiang ini adalah diakhir pertunjukan, penonton diberi bingkisan berupa piring yang berisi menu masakan Padang/Minangkabau, dan boleh dibawa pulang.

Sekilas Galeri Indonesia Kaya
Nah ini dia, jujur saya baru pertama kali datang ke Galeri Indonesia Kaya pada saat pertunjukan Tari Lidah Basilek Piriang Badantiang ini. Selama ini saya hanya tau Indonesia Kaya dari twitter saja. Saya pikir Galeri Indonesia Kaya yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lt.8 ini hanya stand pertunjukan biasa doang. Eh pas dateng ke lokasi, ternyata Galeri Indonesia Kaya merupakan sebuah ruang/bangunan…hehehe maaf, maklum jarang maen ke mall ^_^…

Galeri Indonesia Kaya memiliki luas 635 m2, dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, memiliki audtitorium yang didukung dengan fasiitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara GRATIS….sekali lagi…GRATIS…

Galeri Indonesia Kaya merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan. Begitu masuk Galeri, kalian akan melihat sarana multimedia yang keren-keren, ada Video Maping, Kaca Pintar Indonesia, Layar Jelajah Indonesia, Layar Selaras Pakaian Adat, Melodi Alunan Daerah, Layar Telaah Budaya dan lainnya, kalian bisa mencobanya…its FREE.

Nah yang mau pake fasilitas Galeri Indonesia Kaya, kalian bisa mengirimkan proposal program dan kegiatan kepada tim Galeri Indonesia Kaya untuk dikurasi, dan kalau programnya sesuai nanti dipilih.

Sumber materi tulisan: Press Release Galeri Indonesia Kaya

Berikut adalah beberapa foto tarian “Lidah Basilek, Piriang Badantiang”

indonesia kayaindonesia kayaindonesia kayaindonesia kayaindonesia kayaindonesia kayaindonesia kayaindonesia kayaindonesia kaya

3 thoughts on “Lidah Balisek, Piriang Badantiang

    • Masakan padang asli, setelah pertunjukan selesai semua masakan padang+piringnya dibagikan ke penonton, tp jumlahnya terbatas, kalo gak salah cuma 20 piring menu masakan padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s