Karapan Sapi, Madura

karapan sapi

Berawal dari ajakan teman untuk nonton Grand Final Lomba Karapan Sapi di Pamekasan, Madura, akhirnya kami berangkat menggunakan pesawat terakhir dari Bandara Soekarno Hatta tanggal 17 Oktober 2014. Acara utama Lomba Karapan Sapi berlangsung pada hari minggu 19 Oktober 2014, sehari sebelumnya diadakan perlombaan Sapi Sono, yaitu perlombaan sapi hias, sayang sekali kami tidak bisa mengabadikan acara Sapi Sono karena selama perjalanan dari Surabaya menuju Madura kami mampir ke beberapa lokasi wisata.

Singkat cerita, minggu pagi kami berangkat ke Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Madura. Di tempat itulah Grand Final Lomba Karapan Sapi dilaksanakan, lomba karapan sapi ini memperebutkan piala bergilir Presiden RI. Pukul 07.30 WIB, warga Madura maupun wisatawan sudah antri untuk membeli tiket masuk Stadion. Di sini para calo secara terang-terangan menawarkan tiket masuk kepada pengunjung. Pengunjung yang masuk stadion diperiksa polisi, jangan sampai ada yang membawa senjata tajam, terutama cerulit. Karena kami dianggap wartawan, kami lolos dari pemeriksaan…kita tetep bayar tiket lho.

Sebelum acara dimulai, kami sempatkan keliling arena, hunting foto sekalian cari posisi terbaik untuk motret. Awalnya saya memutuskan untuk standby motret di garis finish, tapi teman saya ngajak masuk tempat VIP, mumpung penjagaan belum ketat akhirnya saya ikut ke area VIP. Pkl. 08.00 WIB seharusnya perlombaan dimulai, tapi para peserta lomba masih hilir mudik di arena lomba, sesekali mereka ngetes kecepatan lari sapinya. Sampai pkl. 09.00 WIB acara belum juga dimulai, ada apakah gerangan?…

Ternyata keberadaan kami, para fotografer, di area VIP, bisa mengganggu sapi saat berpacu. Mereka tidak akan bertanding sebelum kami pindah dari area VIP. Akhirnya kami terpaksa pindah dari tempat tersebut. Saya pribadi balik lagi ke tempat awal yaitu standby di garis finish.

Ada hal yang membuat saya penasaran, yaitu mengenai unsur penyiksaan pada pelaksanaan karapan sapi, konon supaya sapinya berlari kencang, pantat sapi dipukul dengan tongkat yang ada pakunya, bahkan ada sapi yang duburnya dikasih balsem. Dari obrolan dengan beberapa narasumber, katanya sekarang mereka tidak memakai paku lagi, sudah dilarang. Sekilas saya melihat petugas membawa beberapa alat pemukul sapi, memang bukan paku lagi, tapi tetep ada bagian yang tajam.

Yang lucu adalah nama-nama pasangan sapi yang diperlombakan, iseng ngobrol sama yang nonton “Yang biasa menang sapi mana pak?” tanya saya. “Geng Motor” jawab si bapak. Si bapak tau kalau saya gak paham dengan nama-nama sapi yang ikut lomba, beliau menyodorkan lembaran daftar nama sapi peserta lomba. Ternyata nama-namanya lucu, ada yang pakai nama Mekel Jeksen, Geng Motor, Jet Matic, Roket Terbang, Oplosan, Peluru Nyasar dan nama-nama lainnya.

Perlombaan berlangsung cukup aman, petugas keamanan dari Polri dan TNI cukup bagus dalam mengatur dan mengamankan pengunjung. Setelah puas mengabadikan sapi yang berlaga di arena karapan, saya pindah lokasi motret. Lokasinya adalah jalur belokan finish sapi, jalur buntu, di tempat tersebutlah sapi-sapi yang selesai tanding diberi minum dan disiram air, supaya seger lagi. Alangkah kagetnya ketika saya melihat salah satu sapi yang ekornya hampir putus, dan pantatnya yang sudah rusak karena terlalu sering ikut lomba, terlalu sering kena pukul dan tarikan. Perlu diketahui, pada saat berpacu di arena kaparan, sang joki sambil memukul pantat sapi dia berpegangan pada ekor sapi. Pangkal ekor sapipun banyak yang berlumuran darah akibat pukulan benda tajam. Suka dengan tradisi karapan sapi, tapi tidak dengan penyiksaan seperti itu😦

Tengah hari kami memutuskan untuk pulang, sebelumnya kami mampir ke warung makan sate madura, makan siang. Sate Madura adalah salah satu makanan favorit saya, lebih enak makan sate madura di kota asalnya dibanding makan sate madura di Jakarta, bumbunya lebih mantap.

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi lomba karapan sapi di Pemekasan, Madura:

Suasana di depan Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Madura, di sinilah acara Grand Final Lomba Karapan Sapi berlangsung.

Suasana di depan Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Madura, di sinilah acara Grand Final Lomba Karapan Sapi berlangsung.

Membeli tiket masuk Lomba Karapan Sapi, Pamekasan, Madura.

Membeli tiket masuk Lomba Karapan Sapi, Pamekasan, Madura.

Salah satu calo sedang menawarkan tiket masuk kepada pengunjung.

Salah satu calo sedang menawarkan tiket masuk kepada pengunjung.

Salah satu sapi yang akan  ikut adu cepat di lomba karapan sapi.

Salah satu pasangan sapi yang akan ikut adu cepat di lomba karapan sapi.

Selain piala nergilir Presiden RI. hadiah utama lomba karapan sapi ini adalah sebuah kendaraan niaga bak terbuka.

Selain piala nergilir Presiden RI. hadiah utama lomba karapan sapi ini adalah sebuah kendaraan niaga bak terbuka.

Sebelum bertanding, sapi beserta pemiliknya dan para kru melakukan defile, bolak-balik lapangan arena lomba.

Sebelum bertanding, sapi beserta pemiliknya dan para kru melakukan defile, bolak-balik lapangan arena lomba.

Beberapa peserta karapan, ada yang mambawa rombongan musik tradisional untuk mengiringi perjalanan mereka saat melakukan defile.

Beberapa peserta karapan, ada yang mambawa rombongan musik tradisional untuk mengiringi perjalanan mereka saat melakukan defile.

Joki memacu sapinya dalam lomba Karapan Sapi, Madura.

Joki memacu sapinya dalam lomba Karapan Sapi, Madura.

Joki memacu sapinya dalam lomba Karapan Sapi, Madura.

Joki memacu sapinya dalam lomba Karapan Sapi, Madura.

Joki memacu sapinya dalam lomba Karapan Sapi, Madura.

Penonton yang berada terlalu dekat dengan garis finish cukup membahayakan, sewaktu-waktu sapi bisa senubruk mereka.

Penonton yang berada terlalu dekat dengan garis finish cukup membahayakan, sewaktu-waktu sapi bisa menubruk mereka.

Penonton yang berada terlalu dekat dengan garis finish cukup membahayakan, sewaktu-waktu sapi bisa senubruk mereka.

Penonton yang berada terlalu dekat dengan garis finish cukup membahayakan, sewaktu-waktu sapi bisa menubruk mereka.

Ekor dan paptat sapi yang rusak akibat terlalu sering dipukul dan ditarik pada saat berpacu di arena Karapan Sapi.

Ekor dan paptat sapi yang rusak akibat terlalu sering dipukul dan ditarik pada saat berpacu di arena Karapan Sapi, Madura.

Pangkal ekor sapi berdarah akibat pukulan benda tajam saat berpacu di arena Karapan Sapi, Madura.

Pangkal ekor sapi berdarah akibat pukulan benda tajam saat berpacu di arena Karapan Sapi, Madura.

One thought on “Karapan Sapi, Madura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s